Connect with us

MEDAN

Pembantu Rumah Tangga Bunuh Bayinya Dituntut Delapan Tahun Penjara

Published

on

Tersangka pembunuhan bayi, Dewi Purnama Sari saar jalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara.

Sumutraya.com, Medan – Terdakwa Dewi Purnama Sari (28), pembantu rumah tangga yang membunuh bayi baru dilahirkannya, dituntut oleh jaksa penuntut umum delapan tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Joice V Sinaga, dalam tuntutannya di PN Medan, Senin (7/1-/2019) menyebutkan perbuatan terdakwa Dewi melanggar pasal 342 KUHP.

Hal-hal yang memberatkan terhadap terdakwa memberikan keterangan yang berbelit-belit, sehingga mempersulit jalannya proses persidangan.

Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali segala perbuatan yang dilakukan.

Usai persidangan, majelis hakim PN Medan diketuai Richard Silalahi memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukum Dewi untuk menyampaikan pembelaan pleidoi pada pekan depan atas tuntutan JPU itu.

Sebelumnya, JPU Joice V Sinaga dalam dakwaanya di PN Medan, menyebutkan pembantu rumah tangga (PRT) Dewi Purnama Sari (28) warga Tulung Mili Indah, Kotabumi,

Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung telah diamankan oleh petugas kepolisian karena membunuh bayi yang baru dilahirkan dan membuangnya ke tong sampah.

Dewi nekat membunuh bayinya itu, karena takut ketahuan dan dipecat majikannya.

Peristiwa tersebut dilakukan terdakwa Dewi, di rumah majikannya Perumahan Malibu Indah Raya Blok H, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan pada bulan Maret 2019. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MEDAN

Polres Medan Helvetia Mengevakuasi Truck di Bantalan Rel Kereta Api

Published

on

Kapolsek dan warga saat mengevakuasi truck dari bantalan rel kereta api.

Sumutraya.com, Medan – Kapolsek beserta Anggotanya dengan cepat mengevakuasi Truck yang mengalami rusak tepat di bantalan rel kereta api di jalan Asarama kelurahan Dwikora kecamatan Medan Helvetia (14/2/2020), pukul 11.00 wib.

Dengan cepat dan sigap Kapolsek membagi tugas anggotanya untuk menangani permasalahan yang terjadi,

Yang mana sempat terjadi kemacetan panjang, dan kereta api sempat pula berhenti dikarenakan truck yang mengalami rusak tersebut,

Tidak memakan waktu yang terlalu lama, Kapolsek dan anggotanya serta dibantu beberapa warga dapat mengevakuasi truck dari bantalan rel kereta api tersebut.

“Kendaraan truck Saya tadinya mati mesin dengan tiba – tiba di tengah – tengah rel kereta api, dan sempat mengalamai kemacetan dan kereta api sampai berhenti.

Terima kasih kepada Kapolsek dan jajarannya serta warga yang telah membantu mengevakuasi truck Saya”. Ungkap M.Bakri. (lel)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDAN

Pembunuh Jamaluddin Bakar Barang Bukti untuk Hilangkan Jejak

Published

on

Dalam rekonstruksi tersebut, adegan langsung diperagakan oleh dua tersangka yakni tersangka JP dan RF. Sedangkan tersangka ZH tidak dihadirkan oleh penyidik.

Sumutraya.com, Medan – Setelah membuang jenazah hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin di Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, dua tersangka yakni JP dan RF menghilangkan sejumlah barang bukti dengan cara dibakar.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, dalam rekonstruksi tahap tiga, Selasa (21/1/2020), mengatakan, sejumlah barang bukti dihilangkan dengan cara di buang dan dibakar.

Adapun barang bukti yang dibuang yakni satu buah sarung tangan dan dua unit Handphone yang digunakan pada saat eksekusi.

“Untuk barang bukti sarung tangan dibuang di Desa Suma Dame, yang tidak jauh dari lokasi pembuangan jenazah. Sedangkan barang bukti handphone dibuang di sungai di Desa Namo Rih,” katanya.

Sementara untuk barang bukti yang dibakar kata Maringan, yakni sepatu, jaket, baju dan juga helm. Barang bukti tersebut dibakar di rumah tersangka RF di Jalan Anyelir, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Barang-barang ini yang mereka gunakan saat eksekusi. Semua barang bukti dihilangkan oleh para tersangka. Tapi kita mendapatkan saksi yang melihat mereka keluar dari lokasi,” ujarnya.

Dalam rekonstruksi tersebut, adegan langsung diperagakan oleh dua tersangka yakni tersangka JP dan RF. Sedangkan tersangka ZH tidak dihadirkan oleh penyidik.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi tahap pertama dan tahap kedua.

Pada tahap pertama, pihak kepolisian yang menghadirkan para pelaku yakni ZH, JP dan RF melakukan rekonstruksi terkait perencanaan pembunuhan nyawa Jamaluddin.

Pada tahap kedua, pihak kepolisian kembali menghadirkan para pelaku, di mana reka adegan berlangsung di kediaman Jamaluddin.

Di tahap kedua, polisi melakukan reka adegan di lokasi pembuangan jasad Jamaluddin di Dusun II Desa Suka Damai Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDAN

Polisi akan Gelar Rekonstruksi Tahap Tiga Pembunuhan Jamaluddin

Published

on

Rekonstruksi tahap tiga ini direncanakan akan dilakukan pada Selasa (21/1/2020) mulai pukul 10.00 WIB di dua lokasi berbeda.

Sumutraya.com, Medan – Tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan akan kembali menggelar rekonstruksi atau reka ulang adegan kasus pembunuhan berencana hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin.

Rekonstruksi tahap tiga ini direncanakan akan dilakukan pada Selasa (21/1/2020) mulai pukul 10.00 WIB di dua lokasi berbeda.

“Dalam rekonstruksi nanti akan dilakukan reka perjalanan pulang dan pembakaran pakaian para tersangka,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, di Medan, Senin (20/1/2020).

Mengenai lokasi rekonstruksi kata Maringan, ada beberapa lokasi nantinya akan dilakukan reka adegan.

“Dari Kutalimbaru sampai dengan di Selayang, yakni rumah Reza. Nanti kita kumpul di Polsek Pancur Batu,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi tahap pertama dan tahap kedua.

Pada tahap pertama, pihak kepolisian yang menghadirkan para pelaku yakni ZH, JP, dan RF melakukan rekonstruksi terkait perencanaan pembunuhan nyawa Jamaluddin.

Pada tahap kedua, pihak kepolisian kembali menghadirkan para pelaku, di mana reka adegan berlangsung di kediaman Jamaluddin.

Pada tahap kedua ini juga polisi melakukan reka adegan di lokasi pembuangan jasad Jamaluddin di Dusun II Desa Suka Damai Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending