Connect with us

MEDAN

7 ASN Kota Medan Kedapatan Keluyuran Saat Jam Kerja

Published

on

Informasi tersebut terbukti, 3 orang ASN kedapatan tengah berada di tempat tersebut mengenakan pakaian dinas.

Sumutraya.com, Medan – Tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan kedapatan keluyuran di dua pusat perbelanjaan modern dan tradisional di Kota Medan pada saat jam kerja, Senin (7/10/2019).

Para ASN ini dipergoki oleh Satpol PP Kota Medan bersama dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi di Kota Medan.

“Ini sidak pertama kali dilakukan, sifatnya masih sosialisasi dan pembinaan. Bagi ASN yang kedapatan keluyuran, mereka kita buat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Namun dalam sidak selanjutnya, tindakan tegas akan dilakukan,” kata Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan.

Sofyan menjelaskan, awalnya petugas bergerak ke Medan Fair Plaza, sebab pusat perbelanjaan modern ini ditengarai sering didatangi sejumlah ASN pada saat jam kerja.

Informasi tersebut terbukti, 3 orang ASN kedapatan tengah berada di tempat tersebut mengenakan pakaian dinas.

Ketiga ASN itu, satu pria dan dua perempuan, masing-masing ISR bertugas di kantor Kelurahan Sei Sikambing B, S (Dinas Sosial) serta HZ (Kelurahan Aur).

Ketiganya kedapatan sedang berada di lantai empat yang merupakan gerai penjualan handphone serta peralatan elektronik lainnya.

Selanjutnya petugas bergerak menuju Pasar Petisah. Setelah melakukan penyisiran, akhirnya terciduk 4 orang ASN yang tengah keluyuran di lantai satu tempat penjualan pakaian.

Keempat ASN itu umumnya wanita, masing-masing TSR (Puskesmas Terjun), RP (Puskesmas Amplas), IL (Dinas Kesehatan) dan GS(Dinas Kesehatan).

“Namum RP dari Puskesmas Amplas ternyata memiliki Surat Perintah Tugas (SPT) dari atasannya,” jelasnya.

Ketujuh ASN selanjutnya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka. Apabila kedapatan kembali, sanksi tegas pun akan dijatuhkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.53/2019 tentang Disiplin Pegwai Negeri Sipil. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MEDAN

Polres Medan Helvetia Mengevakuasi Truck di Bantalan Rel Kereta Api

Published

on

Kapolsek dan warga saat mengevakuasi truck dari bantalan rel kereta api.

Sumutraya.com, Medan – Kapolsek beserta Anggotanya dengan cepat mengevakuasi Truck yang mengalami rusak tepat di bantalan rel kereta api di jalan Asarama kelurahan Dwikora kecamatan Medan Helvetia (14/2/2020), pukul 11.00 wib.

Dengan cepat dan sigap Kapolsek membagi tugas anggotanya untuk menangani permasalahan yang terjadi,

Yang mana sempat terjadi kemacetan panjang, dan kereta api sempat pula berhenti dikarenakan truck yang mengalami rusak tersebut,

Tidak memakan waktu yang terlalu lama, Kapolsek dan anggotanya serta dibantu beberapa warga dapat mengevakuasi truck dari bantalan rel kereta api tersebut.

“Kendaraan truck Saya tadinya mati mesin dengan tiba – tiba di tengah – tengah rel kereta api, dan sempat mengalamai kemacetan dan kereta api sampai berhenti.

Terima kasih kepada Kapolsek dan jajarannya serta warga yang telah membantu mengevakuasi truck Saya”. Ungkap M.Bakri. (lel)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDAN

Pembunuh Jamaluddin Bakar Barang Bukti untuk Hilangkan Jejak

Published

on

Dalam rekonstruksi tersebut, adegan langsung diperagakan oleh dua tersangka yakni tersangka JP dan RF. Sedangkan tersangka ZH tidak dihadirkan oleh penyidik.

Sumutraya.com, Medan – Setelah membuang jenazah hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin di Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, dua tersangka yakni JP dan RF menghilangkan sejumlah barang bukti dengan cara dibakar.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, dalam rekonstruksi tahap tiga, Selasa (21/1/2020), mengatakan, sejumlah barang bukti dihilangkan dengan cara di buang dan dibakar.

Adapun barang bukti yang dibuang yakni satu buah sarung tangan dan dua unit Handphone yang digunakan pada saat eksekusi.

“Untuk barang bukti sarung tangan dibuang di Desa Suma Dame, yang tidak jauh dari lokasi pembuangan jenazah. Sedangkan barang bukti handphone dibuang di sungai di Desa Namo Rih,” katanya.

Sementara untuk barang bukti yang dibakar kata Maringan, yakni sepatu, jaket, baju dan juga helm. Barang bukti tersebut dibakar di rumah tersangka RF di Jalan Anyelir, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Barang-barang ini yang mereka gunakan saat eksekusi. Semua barang bukti dihilangkan oleh para tersangka. Tapi kita mendapatkan saksi yang melihat mereka keluar dari lokasi,” ujarnya.

Dalam rekonstruksi tersebut, adegan langsung diperagakan oleh dua tersangka yakni tersangka JP dan RF. Sedangkan tersangka ZH tidak dihadirkan oleh penyidik.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi tahap pertama dan tahap kedua.

Pada tahap pertama, pihak kepolisian yang menghadirkan para pelaku yakni ZH, JP dan RF melakukan rekonstruksi terkait perencanaan pembunuhan nyawa Jamaluddin.

Pada tahap kedua, pihak kepolisian kembali menghadirkan para pelaku, di mana reka adegan berlangsung di kediaman Jamaluddin.

Di tahap kedua, polisi melakukan reka adegan di lokasi pembuangan jasad Jamaluddin di Dusun II Desa Suka Damai Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDAN

Polisi akan Gelar Rekonstruksi Tahap Tiga Pembunuhan Jamaluddin

Published

on

Rekonstruksi tahap tiga ini direncanakan akan dilakukan pada Selasa (21/1/2020) mulai pukul 10.00 WIB di dua lokasi berbeda.

Sumutraya.com, Medan – Tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan akan kembali menggelar rekonstruksi atau reka ulang adegan kasus pembunuhan berencana hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin.

Rekonstruksi tahap tiga ini direncanakan akan dilakukan pada Selasa (21/1/2020) mulai pukul 10.00 WIB di dua lokasi berbeda.

“Dalam rekonstruksi nanti akan dilakukan reka perjalanan pulang dan pembakaran pakaian para tersangka,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, di Medan, Senin (20/1/2020).

Mengenai lokasi rekonstruksi kata Maringan, ada beberapa lokasi nantinya akan dilakukan reka adegan.

“Dari Kutalimbaru sampai dengan di Selayang, yakni rumah Reza. Nanti kita kumpul di Polsek Pancur Batu,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi tahap pertama dan tahap kedua.

Pada tahap pertama, pihak kepolisian yang menghadirkan para pelaku yakni ZH, JP, dan RF melakukan rekonstruksi terkait perencanaan pembunuhan nyawa Jamaluddin.

Pada tahap kedua, pihak kepolisian kembali menghadirkan para pelaku, di mana reka adegan berlangsung di kediaman Jamaluddin.

Pada tahap kedua ini juga polisi melakukan reka adegan di lokasi pembuangan jasad Jamaluddin di Dusun II Desa Suka Damai Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending