Connect with us

NIAS

Bupato Nias Minta Dukungan Sukseskan Sail Nias 2019

Published

on

Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli.

Sumutraya.com, Nias – Bupati Nias Sokhiatulo Laoli meminta semua pihak agar mendukung pelaksanaan Sail Nias yang akan digelar September 2019 di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

“Tentunya untuk menyukseskan kegiatan tersebut kita semua harus berperan.Kita harus bisa menjadi tuan rumah yang baik,” katanya di Nias, Minggu (11/8/2019).

Harapan tersebut disampaikan Bupati Nias pada rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Sail Nias 2019 oleh Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nias,

Pada rapat koordinasi tersebut, para pimpinan instansi vertikal tersebut menyampaikan persiapan yang sudah dilakukan untuk menyukseskan Sail Nias 2019.

Pimpinan Instansi vertikal di Kabupaten Nias juga menyatakan kesiapan sesuai bidang masing-masing, baik itu dalam bidang pengamanan, penataan lokasi dan penyelenggaraan kegiatan maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Dari Bupati Nias diketahui bahwa pada pelaksanaan Sail Nias 2019, Pemerintah Kabupaten Nias melaksanakan tiga kegiatan.

Tiga kegiatan tersebut adalah voli pantai, memancing dan famtrip yang dipusatkan pelaksanaanya di Pantai Tagaule Onolimbu, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias.

Sehingga untuk menyukseskan Sail Nias, dia mengharapkan dukungan semua pihak, dan panitia diminta sungguh-sungguh dalam mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Sail Nias.

“Mari sama-sama kita sukseskan karena Sail Nias juga menjadi mementum paling tepat untuk lebih mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Nias ke mancanegara,” katanya. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NIAS

Warga Berharap Pemasangan Listrik Desa Sesuai Prosedur

Published

on

Desa yang saat ini sedang dilaksanakan listrik desa tersebut menurut Seiman Lase adalah Desa Lolosoni, Doli Doli, Umbu Orahua, Sisarahili Ewo dan Hilialo'oa.

Sumutraya.com, Nias Selatan – Warga dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Gomo, Nias Selatan, Sumatera Utara, berharap pemasangan listrik desa sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan.

“Di daerah saya saat ini sedang dilakukan pemasangan listrik desa. Tetapi arus listrik dialirkan ke rumah warga tanpa pakai meteran, dan tali listrik hanya disangga dengan kayu, bahkan ada yang melintang di tanah,” kata warga setempat, Seiman Lase, Jumat (26/10/2018).

Seiman yang tinggal di Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, mengaku, setiap desa dipungut biaya angkut material dari Kecamatan Gomo menuju desa Rp4 juta sampai Rp6 juta.

Dia berharap Manager PT PLN Area Nias mau turun meninjau langsung ke lapangan agar pemasangan listrik desa sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan warga.

“Kita berharap oknum yang melakukan pengutipan ditertibkan dan uang warga yang telah diambil seperti untuk mobilisasi dan penyaluran arus segera dikembalikan,” katanya.

Desa yang saat ini sedang dilaksanakan listrik desa tersebut menurut Seiman Lase adalah Desa Lolosoni, Doli Doli, Umbu Orahua, Sisarahili Ewo dan Hilialo’oa yang ada di Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.

Manager PT PLN Area Nias, Evan Sirait menegaskan jika pengaliran arus ke rumah warga tanpa meteran adalah pencurian listrik.

“Petugas kita di lapangan bersama pihak kepolisian akan menertibkan dan sudah ada standart biaya pasang meteran listrik dari PLN,” tegasnya.

“Kalau biaya membangun instalasi di dalam rumah pelanggan, itu kesepakatan antara pelanggan dengan teknisi yang membangun instalasi dan bukan dibayar kepada PLN,” terangnya.

Dia juga memastikan saat ini belum ada jaringan listrik desa yang sudah bertegangan sebab program listrik desa di Gomo masih tahap pembangunan.

Sesuai hasil investigasi, ada oknum menarik JTR dari jaringan dusun/desa sebelah dan menyambungkan ke rumah warga dengan ilegal tanpa ada permohonan ke PLN.

“Polisi sudah di lokasi dan kami masih belum tahu siapa pelakunya, dan kami pasti tindak tegas sesuai peraturan perusahaan jika pelakunya petugas PLN,” katanya. (irw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NIAS

Akses Infrastruktur di Kabupaten Nias Barat Rusak

Published

on

Anggota Komisi V DPR RI Sahat Silaban.

Sumutraya.com, Jakarta – Akses infrastruktur jalan di Kabupaten Nias Barat mengalami banyak kerusakan, terutama jalan menuju Kantor Bupati Nias Barat dan menuju Pelabuhan Sirombu. Status jalan milik provinsi diusulkan menjadi jalan nasional, agar infrastruktur jalan mendapat perhatian pemerintah pusat dan DPR RI.

Demikian disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Sahat Silaban kepada Parlementaria, Jumat (16/3/2018) di Nias Barat saat mengikuti rangkaian kunjungan kerja Komisi V DPR RI.

Perjalanan dari Bandara Binaka ke Kantor Bupati butuh waktu sekitar 4-5 jam. Dan perjalanan menuju Pelabuhan Sirombu dari bandara butuh waktu sekitar 6 jam. Bila tidak ada kerusakan jalan, waktu tempuh perjalanan sebetulnya bisa lebih singkat.

“Perjalanan dari Binaka ke Kantor Bupati bisa 5 jam. Saya sudah sampaikan ke Pemprov tentang kondisi jalan yang sangat memprihatinkan itu. Statusnya jalan milik provinsi, tapi Pemprov Sumut seperti tak memberi perhatian lagi pada pembangunan daerah terpencil di Nias Barat ini. Padahal, Nias sudah dijadikan destinasi wisata nasional,” ulas Sahat.

Pemkab Nias Barat sendiri mengaku tak sanggup membiayai perbaikan jalan yang rusak tersebut, karena APBD-nya sangat kecil. Sebagian jalan yang rusak itu memang berstatus jalan kabupaten.

Sementara jalan provinsi juga tak mendapat perhatian Pemprov Sumatera Utara. Lalu berkembang usulan agar sebagian jalan ditetapkan sebagai jalan nasional. Butuh waktu untuk peningkatan status jalan tersebut.

“Sebaiknya akses jalan tersebut dijadikan bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional, sehingga mendapat perhatian pemerintah pusat. Status jalan provinsi sepanjang 72 km sangat memprihatinkan. Mestinya 2 jam bisa sampai tujuan. Ini malah 5 jam. Jalan provinsi bisa saja dialihkan menjadi jalan nasional. Namun itu harus dibicarakan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat,” ujar politisi Nasdem ini. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending