Connect with us

TAPANULI

GM PLN Sumut Sebut Isu Defisit Listrik Merupakan Kisah Usang

Published

on

Saat ini 23 persen dari target untuk wilayah Sumatera pada 2025 telah tercapai, dimana dari total kapasitas kurang lebih 1.214 megawatt.

Sumutraya.com, Taput – GM PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Prihartono menyebut isu defisit listrik untuk wilayah Sumatera Utara sudah menjadi kisah usang, setelah sejumlah energi baru terbarukan berhasil dikelola dan menghasilkan energi listrik.

“Isu defisit kelistrikan di Sumatera Utara merupakan kisah usang. Saat ini kita sudah berkecukupan secara energi kelistrikan,” jelas Joko Prihartono di tengah agenda groundbreaking PLTMH Batang Toru 3 Simasom Pahae Julu di Tapanuli Utara, Senin (11/2/2019).

Dikatakannya, saat ini 23 persen dari target untuk wilayah Sumatera pada 2025 telah tercapai, dimana dari total kapasitas kurang lebih 1.214 megawatt, hal tersebut telah terpenuhi di tahun ini.

“Itu merupakan energi dari ‘renewable’ yang terbesar adalah panas bumi serta PLTMH,” terangnya.

Dijelaskan, sudah ada dua pembangkit listrik tenaga panas bumi yang beroperasi, yakni geothermal Sarulla yang menghasilkan 330 MW, dan Sorik Marapi yang tahun ini masih tahap awal dan diharapkan menghasilkan 30-50 MW.

“Saya juga telah menandatangani kurang lebih 20 perjanjian jual beli tenaga listrik, dan sudah beroperasi di empat lokasi. Kita harapkan hal ini terus bertambah,” urainya.

Menurutnya, dengan ketercukupan energi listrik, ke depan pihaknya dalam tantangan keandalan. Sebab, meski energi listrik tersedia, namun jika tidak andal juga dinilai percuma.

“Makanya, menjadi tugas kami untuk meningkatkan keandalan, tentunya bersama para stakeholder,” sebut Joko Prihartono. (rin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TAPANULI

14.213 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Bantuan Pangan Non-Tunai

Published

on

Bantuan pangan non-tunai nilainya Rp110.000 per keluarga penerima manfaat per bulan.

Sumutraya.com, Tarutung – Sebanyak 14.213 keluarga di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menerima bantuan pangan non-tunai, bantuan sosial non-tunai dari pemerintah yang setiap bulan diberikan kepada keluarga penerima manfaat melalui mekanisme akun elektronik hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau e-warong yang bekerja sama dengan bank.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Sarlandy Hutabarat, di Tarutung, Rabu (11/12/2019), berharap keluarga penerima manfaat mempergunakan bantuan dengan baik sesuai dengan tujuan program.

“Penerima manfaat ini harus mampu meningkatkan perekonomiannya sehingga tidak selalu bergantung dari bantuan seperti ini,” katanya.

Ia meminta kepala desa dan lurah mengecek validitas data keluarga penerima manfaat program bantuan pangan non-tunai (BPNT) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Program ini akan selalu diawasi oleh pihak berwajib. Saya juga mengajak bapak dan ibu untuk sehati dan sepikiran bersama pemerintah dalam membangun Tapanuli Utara,” ujarnya.

Bantuan pangan non-tunai nilainya Rp110.000 per keluarga penerima manfaat per bulan. Bantuan tidak dapat diambil tunai dan hanya bisa ditukar dengan beras dan atau telur di pedagang pangan atau e-warong yang bekerja sama dengan bank yang ditunjuk pemerintah.

Pemerintah berencana menaikkan nilai bantuan pangan non-tunai dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 per keluarga per bulan untuk 15,5 juta keluarga pada tahun 2020. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TAPANULI

Kebakaran Hebat Melanda Batang Toru

Published

on

Informasi yang diperoleh dari warga, api diduga berasal dari salah satu toko grosir yang terbakar.

Sumutraya.com, Tapsel – Kebakaran hebat melanda wilayah sekitar Pasar Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2019) pagi.

Informasi dihimpun menyebut ada sekitar 30 rumah toko (ruko) dan rumah penduduk habis terkabar dalam peristiwa yang terjadi sekira pukul 06.45 WIB tersebut.

“Sejumlah bangunan ruko permanen, semi permanen, dan papan habis rata dengan tanah akibat ganasnya api,” kata Kapolsek Batang Toru AKP DM Zein Harahap.

Informasi yang diperoleh dari warga, api diduga berasal dari salah satu toko grosir yang terbakar.

“Kita belum tahu penyebab terjadinya kebakaran, hanya saja menurut informasi dari warga asal api dari salah satu toko grosir yang terbakar,” kata Zein.

Lima unit mobil pemadam kebakaran dibantu masyarakat berusaha memadamkan api untuk mengantisipasi agar tidak menjalar ke lokasi yang lain.

“Alhamdulillah walau belum padam seluruhnya, namun berkat bantuan pemadam kebakaran api sudah bisa dikuasai sementara,” katanya sembari menyebutkan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait sebab-sebab kebakaran.

Belum diketahui pasti apakah ada korban jiwa akibat peristiwa ini, hanya saja diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. (kod)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TAPANULI

Hotmix Jalan Provinsi Sipirok – Arse Mulai Mengelupas

Published

on

Ruas jalan Provinsi Kecamatan Sipirok - Kecamatan Arse yang sudah mulai banyak rusak akibat hotmix badan jalannya mulai mengelupas.

Sumutraya.com, Tapanuli Selatan – Hotmix ruas jalan Provinsi menghubungkan Kecamatan Sipirok – Kecamatan Arse mulai mengelupas dan bahkan berlobang-lobang.

Pantauan dilokasi, Rabu (10/10/2018), kerusakan badan jalan dirasakan sepanjang lebih kurang lima kilometer menuju ibukota Kecamatan Arse bila kita datang dari arah Sipirok.

Hotmix pada ruas jalan itu sudah pada banyak yang terkelupas dan memunculkan banyak penampakan lubang-lubang pada badan jalan.

Dugaan, kerusakan hotmix tersebut disinyalir diakibatkan tidak adanya lancarnya drainase, sehingga bila hujan air meluber mengalir di badan jalan.

Genangan air diyakini sangat cepat dapat memengaruhi aspal jalan menjadi cepat rusak, disamping kwalitas dan faktor usia.

Salah satu warga Sipirok, Amran (48), mengatakan, masyarakat berharap kiranya pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dapat memperbaiki jalan-jalan rusak di daerahnya tersebut.

“Untuk menghindari terjadinya resiko kecelakaan dan kerusakan sejumlah komponen kenderaan kiranya ruas jalan sekitar sepanjang lima kilomter tersebut dapat diperbaiki,”ujarnya.

Menurut Amran, tidak jarang para pengendera baik pengendara kenderaan roda dua dan pengendara kendaraan roda empat untuk saling menyalib mengelakkan jalan rusak.

“Karenanya, mengundang rawan kecelakaan dan sebaiknya segera dapat diperbaiki sebelum kerusakannya semakin bertambah parah,”katanya.

Parahnya, saat hujan sejumlah titik pada badan jalan berubah menjadi kolam – kolam kecil bahkan ada yang mencapai diameter lebih satu meter kedalaman 10 – 20 centimeter. (kor)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending